Nur Farkhati Himatul Izza, PRT yang Raih Gelar Sarjana

Hal itu dibuktikan Izza, hingga ia berhasil diwisuda setelah menuntaskan penelitian karya ilmiahnya yang bertema politik pemekaran wilayah.

”Buat generasi muda, jangan pernah malu untuk bekerja apa saja, yang penting halal, semangat untuk mewujudkan cita-cita,” kata dia yang enggan menyebut cita-citanya.

Ketulusan Izza, membuat kedua mata ayahnya, Dahuri, berkaca-kaca. Ia tak mampu menyembunyikan rasa haru. ”Saya bangga punya Izza. Senang sekali, semangatnya mencari ilmu tetap ada, walaupun saya sebagai orang tuanya tidak mampu menguliahkan anak saya. Sebagai petani bawang merah di kampung hanya cukup untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ucapnya sambil meneteskan air mata.

Dikatakan, di kampungnya, warga bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga tamat SMA itu sudah terbilang bagus. ’Izza bisa kuliah sambil bekerja, Alhamdulillah semua lancar,” katanya.
Sri Martini mengakui, Izza pergi ke Semarang mencari pekerjaan dan ingin belajar. ”Ketika bertemu, saya sangat senang melihat orang yang ingin belajar. Sehingga keluarga kami sangat mendukung. Izza ini saya anggap menjadi bagian keluarga sendiri. Dia menjadi bagian dari keluarga saya yang kebetulan bertugas momong cucu saya,” ujarnya.

Karena semangat menuntut ilmu sangat kuat, Martini mendukung dan mendorong agar Izza bisa menyelesaikan studinya. ”Kalau soal pembagian waktu, bisa diatur. Memang Izza tidak sendiri, karena ada teman lainnya. Selama mengasuh cucu saya, dia atur tanggung jawab dan diselesaikan dengan baik,” katanya. (*/aro/ce1)

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar