Khataman Alquran, Napi Teteskan Air Mata
BERITA TERKAIT

Ia mengakui, kegiatan ini diinisiasi oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar bekerja sama dengan Kemenkum HAM. Adapun tujuannya untuk mengingatkan kembali warga binaan terutama yang beragama Islam untuk menjadikan Alquran sebagai panutan hidup.

”Selain itu, agar warga binaan betul-betul menjadi masyarakat yang beragama. Sebelum kawan-kawan (warga binaan, Red) kembali ke masyarakat, kita gugah kembali. Kita ingatkan kembali jati diri manusia supaya ingat dengan yang menciptakan,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Jateng, Sukirman, menambahkan, konteks Nusantara Mengaji secara nasional mengajarkan untuk tidak meninggalkan Alquran di tengah kesibukan.  

”Tentu kita ingin mengubah pandangan agar lapas bisa diberitakan bahwa situasinya kondusif. Warga dibina dengan baik, mereka juga rajin beribadah. Setiap Jumat pagi juga ada kegiatan menghafal Alquran. Saya yakin banyak yang hadir menghafalkan Alquran,” ujarnya.

Kepala Lapas Kedungpane, Taufiqurrahman, mengatakan, kegiatan khataman Alquran ini masuk dalam program pembinaan kepribadian, khususnya untuk warga binaan yang beragama Islam.

”Di sini ada kegiatan pesantren yang mengajarkan cara membaca dan menghafal Aquran, ilmu fikih, tauhid dan sebagainya. Kegiatan khataman ini merupakan jawaban bahwa lapas memiliki banyak kegiatan positif yang dilaksanakan warga binaan,” katanya.

Kegiatan serupa kemarin juga dilakukan 300 warga binaan Lapas Wanita Bulu Semarang. Dalam kegiatan khataman Alquran itu, para WBP tampak serius menyimak bacaan Alquran. Bahkan tidak sedikit WBP yang meneteskan air mata saat khataman yang dipimpin Ustad Purwanto tersebut. ”Dengan membaca Alquran, diharapkan setelah keluar dari lapas mereka menjadi sadar dan tidak mengulangi perbuatannya lagi,” ujar Kalapas Wanita Bulu, Rosnaida.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar