Sehari,  Cetak  Upal  Rp 20 Juta

Tersangka Bernard dan Elfi mengaku menyesal dengan perbuatannya. Keduanya kini hanya bisa pasrah. Padahal dalam waktu dekat, keduanya akan menuju ke pelaminan. ”Rencana akhir bulan ini nikah, tapi malah ditangkap polisi,” ujar Bernard pasrah.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Wiyono Eko Prasetyo mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan kasus peredaran upal tersebut. Diduga masih ada pihak lain yang terlibat. Para tersangka sendiri akan dijerat pasal 244 KUHP tentang uang palsu dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Adapun barang bukti yang diamankan di antaranya, upal senilai Rp 600 juta. Rinciannya, Rp 200 juta upal yang sudah dipotong, dan Rp 400 juta upal dalam bentuk lembaran. Selain itu, polisi menyita uang asli hasil penjualan upal sebesar Rp 7.720.000, dan peralatan cetak upal, yakni dua alat sablon, printer, 7 scanner, satu buah laptop dan puluhan tinta berwarna dan belasan lampu ultraviolet (UV). Barang bukti tersebut disita dari rumah kontrakan tersangka Wiharto dan Bahri. (mha/aro/ce1)

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar