Sehari,  Cetak  Upal  Rp 20 Juta

Abiyoso mengatakan, uang palsu pecahaan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu yang dibuat mirip dengan aslinya. Secara kasat mata, orang sulit membedakannya. Hebatnya lagi, lembaran kertas upal itu juga mampu menyala saat terkena sinar sensor ultraviolet (UV).

”Upal buatannya juga dilengkapi benang pengaman. Bisa diterawang dan menyala saat dicek dengan sinar ultraviolet. Jadi, sulit membedakan kalau tidak teliti sekali,” terangnya.

Dikatakan, upal yang dilengkapi dengan benang pengaman itu mempunyai tesktur sedikit kasar mirip aslinya. Selain itu, warna uang tidak mudah pudar dan luntur saat terkena air. Menurutnya, pembuatan upal yang dilakukan komplotan ini sangat rapi. ”Upal ini mendekati sempurna,” ujarnya.

Tersangka Wiharto mengaku, praktik pembuatan upal tersebut sudah dilakukannya selama dua tahun terakhir. Ia melakukannya setelah keluar menjalani hukuman penjara dalam kasus yang sama. Dalam sehari, ia mengaku mampu mencetak upal hingga puluhan juta rupiah.


”Dalam sehari saya bisa mencetak hingga Rp 20 juta uang palsu. Dulunya saya biasa nyablon kaus. Saya belajar otodidak,” katanya.

Setelah mencetak upal, tersangka merekrut Ronald dan Elfi untuk memasarkan uang tersebut. Modusnya, keduanya membelanjakan di toko-toko kecil maupun di pasar tradisional. ”Dibelanjakan di toko-toko kecil tidak lebih dari Rp 30 ribu. Hasil dari kembalian kita kumpulkan kemudian dibagi,” ungkapnya.

Selain itu, pelaku juga menjual uang palsu tersebut kepada orang-orang dengan harga yang sangat menggiurkan. Penjualan upal hasil karyanya dijual dengan perbandingan Rp 1,2 juta uang asli ditukar uang palsu Rp 5 juta dengan berbagai pecahan. Namun demikian, pelaku enggan menjelaskan nama pembeli tersebut. ”Pecahan uangnya ada yang Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu. Ada uang keluaran baru dan ada uang keluaran lama,” katanya.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar