Tuding Ada Permainan dari Bank Mandiri

SEMARANG - Ratusan anggota Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana kembali melakukan aksi diam di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Kamis (20/4). Aksi tersebut digelar untuk mendukung gugatan KSP Intidana melawan Bank Mandiri yang menahan uang anggota mencapai Rp 27 miliar.

Berbeda dari aksi sebelumnya yang didominasi warna merah, dalam aksi kemarin para anggota KSP Intidana mengenakan pakaian serbahitam lengkap dengan masker penutup mulut dan hidung. Mereka juga mengenakan ikat kepala warna merah bertuliskan ”Save Intidana”.

”Kami mengenakan pakaian serbahitam simbol berkabung. Karena hak kami dirampas oleh Bank Mandiri tanpa alasan yang jelas. Kami pakai masker karena melihat jawaban dari tergugat, rasanya sudah basi dan nggak layak didengar lagi,” kata Ketua KSP Intidana, Budiman Gandi, di sela-sela demo yang dilakukan anggotanya.

Dalam aksi yang diikuti perwakilan kantor cabang KSP Intidana di Jogja dan Jateng ini, mereka juga mengusung spanduk MMT bertuliskan: Bank Mandiri Merampas Hak Kami; Kami Hanya Minta Keadilan Cairkan Rp 27 Miliar Dana Kami; Pak Ganjar...Pak Puspayoga..Pak Jokowi..Tolong Bantu Kami Pak, dan Wahai Bank Mandiri di Mana Nuranimu.”

Budiman menilai, Bank Mandiri telah melanggar SUPR atau Syarat Umum Pemegang Rekening. Ia juga melihat kasus penahanan rekening Rp 27 miliar tersebut sangat aneh, khususnya di pihak Bank Mandiri. Karena legal group yang digunakan hanya di-handle pihak cabang Semarang, dan tanpa legal group dari pusat. 

Untuk itu, pihaknya menduga dari Bank Mandiri pusat sudah memahami permasalahan tersebut, sehingga dengan adanya gugatan itu, nantinya keputusannya seolah diserahkan ke pengadilan. ”Ini seolah memang ada permainan, makanya menggunakan gugatan, yang nantinya bisa dari dasar putusan pengadilan,” tandasnya.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar