AMURT Indonesia Kampanye Orang Tua Bacakan Buku Cerita Anak

Budaya baca di kalangan anak-anak boleh dibilang sangat rendah. Mereka lebih memilih bermain gadget ketimbang membaca buku cerita. Melihat fenomena itu, Ananda Marga Universal Relief Team (AMURT) Indonesia menggalakkan program keterlibatan langsung orang tua dalam pendidikan anak melalui reading program. Seperti apa?

AJIE MAHENDRA

DI era modern, membaca buku seolah sudah menjadi kegiatan usang. Pemanfaatan internet banyak dipilih untuk menuntaskan dahaga informasi. Budaya membeli buku pun kalah dengan mengunduh e-book atau buku digital. Sayangnya, menelan informasi lewat gadget sering disalahartikan orang, terutama kalangan anak-anak. Melihat orang tua mereka selalu sibuk dengan gadget, entah itu sedang membaca buku digital atau chatting-an, anak yang pada dasarnya peniru ulung, langsung ikut-ikutan. Jadi, hobi mengoperasikan gadget, tapi untuk main game bukan membaca.

Karena itu, AMURT sebagai salah satu lembaga pendidikan yang fokus memperhatikan pendidikan anak usia dini, menggalakkan program keterlibatan langsung orang tua dalam pendidikan anak lewat reading program. Yakni, mendorong ayah atau ibu membacakan cerita dari buku kepada anak-anak mereka yang masih duduk di bangku Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK).

Setiap murid PAUD dan TK yang dibina AMURT dipinjami dua buku cerita untuk diserahkan kepada orang tua mereka. Nantinya, sang anak meminta orang tua mereka membacakan dua buku tersebut. Targetnya, dalam satu minggu harus selesai dibacakan semua. Di minggu berikutnya, si anak harus bertukar buku dengan teman-temannya.

Dengan cara itu, diharapkan anak-anak bisa menanamkan budaya baca. Selain itu, mereka juga bisa lebih dekat dengan orang tua masing-masing, karena setiap hari ada interaksi sembari dibacakan buku dongeng bergambar.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar