Sindikat Penjual Benda Pusaka Palsu Diringkus Polisi

Pelaku berhasil diringkus jajaran petugas Polres Semarang di rumahnya di Kabupaten Tulungagung Jawa Timur. Satu pelaku lain yaitu Jamal juga diringkus di rumahnya di Kabupaten Magetan Jawa Timur. “Laporan korban ke Polsek Suruh sebenarnya sudah dilakukan sejak Desember 2016 lalu, namun baru berhasil kami tangkap,” lanjutnya.

Ia juga meminta kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan jual beli barang pusaka. Modus tersebut, lanjutnya, sudah marak dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan. “Bahwa barang ini ternyata tidak dapat memanjang dan memotong paku,” katanya.

Saat di Polres Semarang, Eko mengaku jika ia hanya perantara saja. Dalam pengakuannya, barang tersebut berasal dari seorang warga Kota Malang bernama Paijo. “Barang dari Malang. Saya sebagai perantara untuk menjualkan ini,” kata Eko.

Ia berkilah jika diberikannya barang palsu tersebut lantaran korban hanya memberikan uang tanda jadi saja. “Harga yang menentukan korban. Saya sudah tahu kalau barang ini palsu, kami sengaja. Barang aslinya ada di tempat pemilik,” katanya.

Lantas uang hasil menipu tersebut ia bagi bertiga, yaitu Eko, Jamal dan seseorang yang diketahui bernama Paijo warga Kota Malang. “Dari Rp 200 juta saya dapat Rp 25 juta, Jamal dapat Rp 25 juta, Pak Paijo dapat Rp 140 juta dan sisanya untuk operasional,” katanya.

Dari tangan pelaku, petugas juga mengamankan beberapa barang bukti antaralain samurai roll palsu, sertifikat samurai berbahasa Jepang, kotak penyimpan samurai, dan kwitansi bermaterai yang tertera Rp 200 juta sebagai tanda jadi. Untuk mempertanggungjawabkan, pelaku disangka dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan dan diancam dengan hukuman 4 tahun penjara. (ewb/ida)

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar