Persiapan Misa, Diteror Bom Molotov

Karena ledakan molotov tersebut, beberapa orang yang ada di lingkungan gereja juga sempat dibuat kalang kabut. Tak lama setelah letusan kedua, seseorang yang mencurigakan mengenakan kaus kerah bergaris dan celana berwarna biru langsung lari terbirit-birit. Beberapa petugas yang ada di lokasi kejadian, langsung mengejar laki-laki mencurigakan tersebut.

Ia pun langsung diamankan di Polsek Ambarawa. Penjagaan persiapan malam misa di gereja tersebut sejak pagi tidak dijaga ketat. Padahal, gereja tersebut merupakan gereja terbesar di Kabupaten Semarang yang di dalamnya terdapat ribuan umat.

Selain itu, lokasi Polsek Ambarawa hanya beberapa meter dari gereja. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan di lapangan, diketahui laki-laki mencurigakan tersebut bernama Muh Fahrudin, 37, warga Kelurahan Bergas RT 06 RW 03, Kecamatan Bergas.

Keterangan yang diberikan oleh pihak kepolisian justru berbeda dengan beberapa saksi mata yang menyaksikan langsung letusan bom molotov tersebut. Kapolres Semarang, AKBP V Thirdy Hadmiarso saat memberikan klarifikasi di depan awak media menampik jika ledakan tersebut merupakan bom molotov.

”Bukan bom molotov, itu petasan,” ujar Thirdy saat mengklarifikasi peristiwa tersebut di Polsek Ambarawa. Thirdy juga mengatakan jika laki-laki mencurigakan yang diamankan tersebut merupakan pelaku peledakan. ”Ya, pelakunya itu,” ujar Thirdy.

Juga dikatakan Thirdy, pelaku mengidap gangguan kejiwaan. Penetapan status pelaku tersebut juga terkesan terburu-buru. Terkait dengan serpihan botol minuman ringan dan lima botol yang berisi menyerupai bahan peledak, Thirdy mengatakan hal itu bukan bom.

Thirdy juga mengatakan jika ledakan di lingkungan Gereja Santo Yusuf Ambarawa bukan merupakan aksi terorisme. ”Jangan dikaitkan dengan aksi terorisme,” ujarnya.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar