Hendi Susun Program Bersama Kaum Difabel

SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang menyelenggarakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kota Semarang untuk rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) 2018, Senin (20/3). Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengundang seluruh elemen masyarakat untuk melakukan uji publik pada rencana kerja yang sedang disusun.

Musrenbang yang digelar di ruang Lokakrida lantai 8 Gedung Moch Ikhsan, ini merupakan bagian dari rangkaian tahapan penyusunan LKPD 2018 yang tahapannya masuk dari rembuk warga dari 2016, Musrenbang tingkat kelurahan, tingkat kecamatan, serta forum gabungan OPD. Setelah Musrenbang ini akan disusun rancangan akhir LKPD dan penetapan LKPD 2018 pada akhir Mei 2018 mendatang.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, mulai tahun ini dirinya memang secara khusus meminta berbagai elemen masyarakat mulai dari NGO, komunitas, hingga tokoh masyarakat di Kota Semarang diundang untuk terlibat dalam penyusunan rencana kerja Pemkot Semarang tersebut. Hal tersebut dilakukan Hendi, sapaan akrab wali kota, untuk mengubah konsep pembangunan instruktif menjadi partisipatif. ”Hari ini tidak seperti sebelum-sebelumnya, saya mengundang semua elemen untuk bersama-sama menyusun rencana pembangunan agar benar-benar menyentuh masyarakat,” jelas Hendi.

Dalam deretan masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut, tampak juga sejumlah perwakilan dari masyarakat penyandang disabilitas. Para kaum difabel tersebut secara khusus diundang untuk dapat memberi masukan kepada wali kota dalam melakukan pembangunan kota yang ramah difabel.

Salah satu perwakilan penyandang difabel yang hadir, Yekti Asih Proborini dari Komunitas Sahabat Difabel mengungkapkan senang karena pemkot mulai perhatian kepada para penyandang disabilitas. ”Perhatian pemerintah di sini sangat penting sekali sehingga kami bisa mandiri,” tegas Yekti. ”Harapannya ke depan fasilitas untuk penyandang disabilitas bisa dipenuhi sehingga kami tidak perlu bergantung kepada oran lain,” harapnya. Yekti sendiri mengusulkan adanya shuttle bus yang memadai untuk melayani kaum difabel.

Dalam rencana pembangunan yang dipaparkan Hendi, selain berkonsentrasi mewujudkan kota ramah disabilitas, sejumlah infrastruktur besar juga direncanakan untuk dapat dibangun di Kota Semarang. Proyek infrastruktur tersebut di antaranya pembangunan LRT (Light Rail Transit), pembangunan rumah sakit tipe D, pembangunan Sport Center multievent, dan pembangunan Semarang Outer Ring Road. (zal/ce1)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar