Banjir dan Longsor Landa Leyangan

Selain longsor, bencana banjir kemarin juga melanda perumahan tersebut. Sedikitnya 70 rumah di RT 01, RT 02, dan RT 05 RW 05 di perumahan itu digenangi air luapan sawah hingga setinggi 50 sentimeter. ”Mayoritas perabotan warga terkena air, apalagi jika rumahnya kosong ditinggal kerja. Termasuk peralatan elektronik milik saya,” kata Iwan Marsono, 42, warga RT 01 RW 05.

Air dari sawah meluap diduga lantaran drainase yang tidak berfungsi maksimal. Iwan berharap pihak terkait untuk segera turun ke lapangan melihat apa yang terjadi. ”Salurannya tidak mampu menampung banjir kiriman. Kami khawatir sewaktu-waktu banjir datang lagi. Apalagi jika intensitas hujannya masih tinggi,” ujarnya.

Selain rumah warga, banjir juga melanda SDN Leyangan. Sekolah yang bangunannya lebih rendah dari jalan raya tersebut tergenang banjir cukup tinggi. Enam ruang kelas dan satu ruang guru dipenuhi lumpur material banjir.

Kepala SDN Leyangan, Kholis, menjelaskan, banjir di sekolah tersebut sudah terjadi dua kali ini. Sebelumnya pada 2015 silam, banjir serupa juga terjadi. ”Ini karena lokasi sekolah yang lebih rendah dari jalan raya,” katanya. Banjir juga menjebol pagar belakang sekolah tersebut. Pagar tembok sepanjang lebih dari 40 meter tersebut roboh.

Banjir setinggi lutut orang dewasa juga melanda Perumnas Leyangan Damai RT 04 RW 11. Banjir yang diawali dengan hujan deras tanpa henti sejak pukul 13.00 hingga 15.00 itu menyebabkan sejumlah rumah warga terendam banjir. Bahkan tembok pagar belakang rumah Saefuddin, warga RT 04 RW 11 sampai ambrol karena tidak kuat menahan banjir.

”Tembok yang ambrol tersebut terletak di sepanjang parit belakang rumah. Akibatnya, reruntuhan tembok menyumbat parit hingga menyebabkan banjir semakin parah,” kata Djati Prasetyo, warga setempat.

Rumah Djati sendiri sempat kemasukan air. Ia harus mengamankan sejumlah peralatan rumah tangga ke tempat yang aman. ”Banjir masuk ke dalam rumah. Banjirnya sudah parah. Butuh penanganan serius,” ujarnya.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar