Tak Mau Merugi, Pedagang Pasar Yaik Tolak Relokasi

SEMARANG-Ratusan pedagang Pasar Yaik Baru di kawasan Pasar Johar Semarang Tengah menggelar aksi unjuk rasa menolak relokasi di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Alasan mereka menolak relokasi lantaran tempat Pasar MAJT dinilai tidak layak. 

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (18/3) kemarin, terlihat aktivitas para pedagang di Pasar Yaik Baru yang berada dilingkup kawasan Pasar Johar Semarang tidak seperti hari biasanya. Kali ini, ratusan pedagang tidak berjualan dan sengaja menutup kios dan lapaknya secara serentak untuk menggelar aksi demo. Mereka menolak keras rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang yang akan melakukan relokasi pedagang di kawasan Pasar MAJT pada akhir tahun 2017.

Aksi unjukrasa dilaksanakan di dalam pasar, tempat mereka berjualan. Selain berorasi menyuarakan penolakan relokasi, pedagang juga membentangkan spanduk bertuliskan "Pedagang Pasar Yaik Baru Tidak Ingin Sengsara/ Menderita di Penampungan M.A.J.T SEMARANG".

Salah satu pedagang, Narni mengatakan alasan penolakan relokasi lantaran tempat penampungan atau Pasar MAJT tidak layak. Selain tempat dan ukurannya yang sempit, banyak warga yang enggan berkunjung ke tempat tersebut. "Pada intinya kami menolak relokasi. Tempatnya tidak nyaman," ungkapnya di sela aksi unjukrasa kemarin.

Menurutnya, Pemkot dalam mengambil kebijakan memindahkan para pedagang ke Pasar MAJT kurang menguntungkan para pedagang. Justru dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru bagi para pedagang lantaran sepi pembeli. 

"Kami jualan untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga keluarga kami. Kalau dipindah kesana, sama saja mematikan ekonomi dan menyengsarakan pedagang," tegasnya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar