Sepatu KW Matikan Perajin Sepatu Lokal

Perajin sepatu dan sandal kulit seolah tersingkir dari pasar fashion. Produk yang mereka buat sudah jarang dilirik konsumen. Padahal, kualitasnya tak kalah dengan sepatu branded.

 

ORANG sekarang lebih suka barang yang eye catching tanpa mempertimbangkan kualitas bahan. Produk-produk tembakan alias KW pun menjadi pilihan bagi yang ogah menguras dompet demi mendapat sepatu atau sandal branded. Praktis, perajin sepatu dan sandal kulit pun banyak yang gulung tikar.

Di Kota Semarang, ada segelintir perajin sepatu dan sandal kulit yang masih eksis. Salah satunya Sofian, perajin yang membuka galeri di Jalan Puspowarno Selatan 2 nomor 46B. Pria setengah baya ini mengaku mati-matian menjaga eksistensinya sebagai perajin sepatu dan sandal kulit. Padahal, dia sempat berjaya di era 90-an.

Pemilik brand Bosston ini menjelaskan, tren fashion sekarang sudah bergeser. Zaman dulu, anak muda paling doyan mengenakan alas kaki berbahan kulit. Kesannya elegan dan mewah. Tapi sekarang, konsumen memprioritaskan model dan merek yang sudah tenar di kancah internasional. Barang tembakan atau palsu pun menjadi pilihan tanpa mempedulikan kenyamanan saat dikenakan. “Sekarang kulit hanya diminati orang tua. Kalau anak muda lebih suka tren dan harga murah,” ucap Sofian yang sudah menjadi perajin sepatu dan sandal kulit selama 25 tahun ini.

Dia bercerita, pernah mengalami masa kejayaan. Brand Bosston sempat meledak dan dicari banyak orang. Model apapun yang diproduksi, biasanya laku keras di pasaran. Sofian yang tadinya hanya punya sepeda onthel, mulai bisa beli sepeda motor dan mobil. “Tapi itu dulu. Sekarang kembali ke sepeda motor lagi, karena kalah saingan,” bebernya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar