Menengok Rumah Singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia

Dikatakannya, sebenarnya pemeriksaan Fatan saat ini dilakukan dua bulan sekali. Namun karena stok obat saat ini sedang kosong, maka harus dilakukan perawatan rutin seminggu sekali. "Kami merasa terbantu selama tinggal di rumah singgah ini," ucapnya.

Selain Fatan, juga ada Haris, 8, yang datang dari Pangkalanbun, Kalimantan Tengah. Fatan dan Haris bahkan telah seperti saudara. Termasuk 38 penderita kanker yang tinggal di rumah singgah lainnya. Fatan bersama teman-temannya juga diajak terlibat dalam pembuatan film pendek. Meski film tersebut untuk profil rumah singgah.

Koordinator Rumah Singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI), Diah Angraeni, mengatakan, rumah singgah tersebut khusus dipersembahkan bagi bagi pasien kanker. Semua kebutuhan perawatan, termasuk makan, peralatan mandi, susu, bahkan pampers, disedikan gratis. "Saat ini kami memiliki tiga kamar dengan 11 tempat tidur. Selain itu, juga ada ruang bermain untuk anak-anak penderita kanker," bebernya.

Meski demikian, pihaknya mengaku fasilitas di rumah singgah masih terbatas. Sehingga ketersediaan kamar seringkali tidak bisa menampung orangtua anak. "Saat sedang penuh, orangtua terpaksa tidur di lantai dengan menggelar tikar," katanya.

Dikatakannya, ada 44 anak penderita kanker mulai dari Leukimia, Neoroblastoma, Osteosarkoma, kanker tulang dan yang paling parah adalah kanker William."Dari jumlah itu, 8 di antaranya meninggal. Untuk operasional, kami dibantu oleh donatur," katanya. (*/aro)

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar