Menengok Rumah Singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia

Puluhan anak penderita Leukimia atau kanker darah berjuang untuk melawan penyakit mematikan yang menyerang tubuhnya. Mereka tetap optimistis dan bersemangat untuk menggapai masa depan yang ceria. Bermain, tertawa, hingga terlibat dalam pembuatan film pendek. Seperti apa?

ABDUL MUGHIS 

 

SEBANYAK 44 anak penderita kanker, 8 di antaranya telah dijemput oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Anak-anak penderita kanker yang masih tersisa tetap optimistis berjuang untuk sembuh dari penyakit tersebut.  Selain menjalani terapi pengobatan, kesehariannya mereka melakukan aktivitas dan menikmati hari-hari dengan ceria, bermain bersama, tertawa riang gembira, hingga bermain film pendek. Itulah di antaranya aktivitas di Rumah Singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia di Jalan Kedungjati Nomor 6,  Semarang, tak jauh dari RSUP dr Kariadi Semarang.

Mereka bermain layaknya balita normal. Namun siapa sangka mereka sama-sama menderita kanker darah. Para orang tua anak penderita kanker ini juga sabar tinggal di rumah singgah tersebut. Meski fasilitas untuk kebutuhan perawatan penderita kanker masih terbilang minim. Sebab, rumah singgah ini mengandalkan pendanaan dari donatur. Pengobatan untuk anak penderita kanker ini gratis alias tidak dipungut biaya.

Namun demikian, untuk fasilitas tidur bagi para orangtua penderita terlibat sangat minim. Tak jarang mereka sekadar menggelar tikar untuk tidur bersama.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar