Provokasi Sunarji Cs Bikin Geram PTPN IX

SEMARANG- Puluhan karyawan PTPN IX yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Perkebunan PTPN IX Divisi Tanaman Tahunan (FSPBUN IX TT) melakukan aksi unjukrasa menuntut kebenaran atas pernyataan Sunarji Cs di salah satu tayangan stasiun televisi swasta nasional dengan topik “Demi Tanah Air”. Aksi tersebut dilakukan di Kantor PTPN IX Jalan Mugas Dalam Atas, Semarang, Jumat (17/3).

Salah satu tayangan yang disiarkan Rabu (15/3) lalu itu, Sunarji sebagai narasumber dinilai telah melakukan kebohongan publik. Sebab, apa yang dikatakan Sunarji tidak benar. Sehingga perlu diluruskan agar tidak menimbulkan penilaian miring baik kepada pemerintah, aparat keamanan, masyarakat, maupun PTPN IX sendiri.

Ketua Umum FSPBUN IX TT, Budiyono, mengatakan, Sunarji dinilai telah memprovokatori bahwa lahan garapan PTPN IX adalah milik masyarakat sekitar. Selain itu, Sunarji juga mengatakan jika pihak PTPN IX akan memberikan rumah tingkat beserta mobil dan garasinya. Akibat provokasi itu, warga melakukan penjarahan lahan PTPN IX. Sehingga pada 2012, kurang lebih 3 ribu serikat pekerja turun lapangan untuk merebut kembali area yang dijarah.

“Tidak hanya penjarahan, perusakan, dan intimidasi, mereka (Sunarji Cs, Red) juga melakukan penganiayaan terhadap salah satu karyawan di kebun Batujamus Kabupaten Karanganyar milik PTPN IX dengan menusukkan tombak di bagian leher,” kata Budiyono.

Atas perbuatannya itu, Sunarji diseret ke pengadilan dan dipidana 1,5 tahun penjara. Namun setelah keluar penjara, Sunarji memberikan keterangan bohong di televisi. Dia mengaku sebagai korban dari PTPN IX. “Di sini kami perlu menyampaikan klarifikasi melalui media, karena pernyataan Sunarji adalah pembohongan publik. Kami sayangkan kepada penyelenggara acara, hanya mengundang salah satu pihak tanpa mengkoordinasi dengan pihak yang lain, karena statement Sunarji yang seolah-olah benar,” tutur Budiono.

Budiono khawatir adanya konflik horizontal antara masyarakat kelompok penjarah dengan karyawan PTPN IX terulang kembali, meski permasalahan yang dahulu telah reda.  “Dulu aksi penjarahan serta adanya intimidasi mengakibatkan kenyamanan pekerja menjadi terganggu, karena area kerja PTPN IX berada di lingkungan warga,” katanya.

Diakui, masyarakat sebenarnya sudah sadar bahwa aksi tersebut hanya terprovokasi. Sebab, tidak mungkin area PTPN IX milik BUMN dibagi-bagikan. Ia khawatir akan muncul Sunarji-Sunarji baru. Karena hasil pantauan PTPN IX, kegiatan tersebut telah terorganisasi khusus, untuk melakukan penjarahan serta perusakan. “Harapan saya dengan adanya klarifikasi ini, masyarakat tidak terprovokasi kembali lantaran melihat tayangan di televisi mengenai statement Sunarji yang mengandung kebohongan publik,” harapnya. (mg29/aro)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar