Pagi Terima Leprid, Siang Bertemu Ganjar

"Bagus banget. Hebat. Boleh gak, medali itu saya minta? Nanti saya tukar dengan sirup atau kecap," goda Ganjar sembari menunjuk lemari berisi produk UMKM yang berada di dalam ruang kerja.

Sebelum Fanny dan rombongan pamit, Ganjar memberikan hadiah berupa tas sekolah lengkap dengan isinya. Ketika ditemui usai pertemuan, Ganjar mengaku kagum dengan Fanny. "Ini anak yang luar biasa. Sejak umur 3,5-6 tahun sudah punya 110 piala. Ini tandanya dia punya motivasi berkompetisi yang tinggi. Termasuk ingin bertemu dengan gubernur, bisa jadi semangat buat dia. Ini perlu didampingi dan didorong," katanya.

Dia pun meminta orangtua dan guru Fanny untuk terus mensuportnya. Mengarahkan semangat berkompetisinya ke hal-hal positif. Ganjar menilai, Fanny bakal menjadi sosok yang punya jiwa percaya diri yang tinggi. 

Sebagai bentuk apresiasi, Ganjar memberikan tas sekolah, buku tulis, alat tulis, serta buku bacaan. "Nanti bukunya bisa dibaca orangtuanya atau dibaca Fanny ketika dia bisa membaca. Ini untuk menumbuhkan budaya baca saja. Soal otopet, nanti akan kami carikan dan dikirim ke rumah Fanny," ujarnya.

Erika mengaku, putrinya memang ngebet foto bareng gubernur. Sebab, ketika lomba mewarnai tingkat provinsi di Wisma Perdamaian beberapa waktu lalu, Fanny tidak bisa dekat dengan gubernur saat sesi foto bareng.  "Terus dia merengek pengin foto bareng. Akhirnya kesampaian sekarang (kemarin, Red). Ini berkat Jawa Pos Radar Semarang yang telah membantu Fanny," ucapnya. (mg29/amh/aro)

 

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar