4 Rumah Diterjang Puting Beliung

Hingga kini, pihak pemerintah desa masih menghitung total kerugian materiil dari bencana tersebut. Senin (13/3) kemarin, Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha didampingi pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang sempat meninjau lokasi bencana.

Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Heru Subroto, menjelaskan, laporan adanya bencana puting beliung di Desa Lerep sudah diterimanya pada Minggu (12/3) lalu. “Hari itu juga kita terjun untuk membantu warga yang terdampak. Selain itu, kita juga usulkan mendapatkan Bansos (bantuan sosial),” katanya.

Dijelaskan Heru, selain wilayah Desa Lerep, bencana juga menyapa beberapa titik lain. Seperti Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat. Di mana talud sepanjang 5 meter dan lebar 1,5 meter ambrol. Beruntung, permukiman warga tidak terdampak karena ambrolnya talud tersebut.

Bencana lain, yakni meluapnya beberapa titik sungai di dua kecamatan, yakni Kecamatan Ungaran Timur dan Ungaran Barat. Tiga sungai, yakni Kaligung di Ungaran Timur, Sungai Mireng dan Sungai Kaligarang di Ungaran Barat meluap hingga menutup akses jalan permukiman setempat. Bahkan tingginya debit luapan sungai mengakibatkan sebuah truk nyaris hanyut. Tepatnya di depan SMK NU Ungaran.

Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, mengatakan, Pemkab Semarang telah memberikan bantuan kepada empat rumah terdampak puting beliung tersebut. Khusus untuk rumah yang ditempati keluarga Saiful Kharim, pihaknya memberikan bantuan sebesar Rp 1,5 juta.

“Karena rumahnya berdiri di atas lahan bengkok bukan lahan pribadi,” ujar Wabup. Untuk rumah milik Tria Setiawan, bantuan yang diberikan sebesar Rp 10 juta dikarenakan berdiri di atas lahan milik pribadi.

Wabup mengatakan, kondisi geografis Desa Lerep memang rawan bencana longsor dan puting beliung. Ia mengimbau warga setempat untuk berhati-hati menghadapi cuaca ekstrem seperti ini.

1
2
3
4

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar