4 Rumah Diterjang Puting Beliung

Melihat itu, ia bergegas ke rumahnya, dan mencari keberadaan ibu mertua serta anak keduanya. “Saya lega ada suara minta tolong dari ibu saya,” katanya.

Kejadian itu sempat mengganggu psikis Hartini. Ia sempat shock. Apalagi penyelamatan Hartini terbilang dramatis. Sebab, dilakukan di tengah hujan leba  dan petir yang menyambar-nyambar.

Tak hanya rumah, kandang kambing milik Saiful juga menjadi korban amukan puting beliung. Beruntung, dua ekor kambing miliknya selamat, meski kandang yang ditempati rata dengan tanah. “Kalau ditotal kerugian saya mungkin Rp 80 juta, karena semua perabotan dan peralatan elektronik rusak semua,” akunya.

Kades Lerep, Sumariyadi, mengatakan, ambruknya rumah yang ditempati Saiful Kharim tersebut lantaran terbuat dari kayu dan bambu.  Sehingga saat puting beliung menerjang, rumah tersebut tidak mampu menahan hempasan angin dan akhirnya ambruk. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.  “Kejadiannya Minggu (12/3) sore sekitar pukul 14.30. Saat itu memang hujan lebat disertai petir yang menyambar-nyambar,” ujar Sumariyadi kepada koran ini.

Kondisi cuaca ekstrem tersebut, dijelaskan Sumariyadi, memang terjadi di desa setempat beberapa minggu ini. Di mana intensitas hujan yang tinggi disertai angin kencang dan petir.

“Hujan disertai angin kencang dan petir itu berlangsung hingga pukul 17.00,” katanya.

Dikatakan Sumariyadi, rumah yang ditempati Saiful Kharim saat ini berdiri di atas lahan bengkok milik Desa Lerep. Sebelum terjadi bencana, pihak pemdes setempat juga sudah berencana akan mengosongkan lahan tersebut. Selain rumah yang dihuni keluarga Saiful Kharim, satu rumah milik Tria Setiawan, warga RT 06 RW 04 juga rata dengan tanah. Sedangkan dua rumah lainnya, yakni rumah milik Zaenuri, warga RT 4 RW 6 dan rumah Wahyono, warga RT 6 RW 4.  Keduanya mengalami kerusakan kategori ringan.  Saat ini, keluarga Saiful Kharim dan Tria Setiawan diungsikan ke tempat saudara terdekat yang lebih aman.

1
2
3
4

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar