Gara-Gara SMS, Bantai Mantan Mertua

SEMARANG - Aktivitas perdagangan di dalam Pasar Jatingaleh, Senin pagi (6/2) kemarin pukul 08.00, dikejutkan adanya peristiwa tragis. Seorang pedagang es kelapa muda tewas bersimbah darah usai dibantai oleh mantan menantunya di dalam pasar. Pembantaian sadis ini diduga dilatari dendam pribadi.

Korban tewas diketahui bernama Turodhi alias Totok, 57, warga Delik Rejo, Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Korban yang terkena bacokan parang dan golok di bagian tubuh dan kepala, akhirnya tewas dalam perjalanan saat dibawa ke rumah sakit.

Sedangkan pelaku bernama Sigit Prasetyo, 30, asal Kini Balu Tandang, Kecamatan Tembalang, langsung diamankan aparat Polsek Banyumanik tanpa perlawanan di lokasi kejadian. Beserta alat bukti senjata tajam (sajam) yang dipakai untuk menghabisi nyawa mantan mertuanya tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, saat kejadian suasana di dalam lingkungan pasar sangat ramai. Bahkan toko roti milik Warseno yang menghadap lapak tempat jualan korban di dalam Pasar Jatingaleh bagian belakang, juga ramai pembeli. Tak ada yang mengetahui persis awal kejadian tersebut. Tiba-tiba warga dikejutkan oleh suara gaduh beserta teriakan korban.

”Tahu-tahu banyak orang menjerit-jerit pas dengar ada teriakan minta tolong. Terus Pak Totok ambruk tengkurap di depan tokonya Pak Seno (Warseno, Red). Kepala sama lehernya sudah berdarah-darah,” ungkap Parni, pedagang kelapa parut di lokasi kejadian yang berhasil ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Senin (6/2) kemarin.

Parni sendiri mengaku tidak mengetahui persis awal kejadiannya, lantaran sedang beraktivitas di dalam lapaknya. Hanya saja, tiba-tiba dikejutkan suara gaduh dan teriakan histeris saat pelaku dibacok korban.

1
2
3
4
5

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar