Ajak Masyarakat Rapatkan Barisan Kawal NKRI
BERITA TERKAIT

SEMARANG-Kapolri, Jendral Polisi Tito Karnavian mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia (NKRI). Selain itu, selama masa pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada), juga jangan sampai menimbulkan perpecahan bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh pucuk pimpinan Polri dalam acara Silaturahmi Ulama Polri dan TNI di halaman Mapolda Jateng, Jumat (3/2) kemarin. "Pilkada kali ini, terjadi polarisasi masyarakat, yang terpisah karena ada pilihan masing-masing. Meski begitu, kami berharap ini memang bagian dari demokrasi. Tapi jangan sampai perbedaan-perbedaan ini justru menjadi ancaman bagi bangsa kita," ungkap Tito.

Menurutnya, dalam sistem demokrasi, masyarakat dipersilahkan menentukan pilhan masing-masing, karena hal itu merupakan hak politik masyarakat. Tapi jangan sampai perbedan pilihan itu memecah kesatuan bangsa. "Ini justru harus menjadi bagian pemersatu bagi bangsa kita. Untuk itulah, kita merapatkan barisan antara pemerintah ulama masyarakat agar semua tetap kondusif," terangnya.

Terkait kegiatan di Mapolda Jateng kali ini, kata Tito, merupakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan silaturahmi untuk merekatkan hubungan antar masyarakat dan pemerintah. Bersatu untuk mengawal NKRI dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

"Setiap masyarakat perlu menjaga keadaan dalam situasai aman. Marilah kita merapatkan bariasan antara pemerintah ulama masyarakat agar semua tetap kondusif," tegasnya.
Acara tersebut, dihadiri oleh ulama di seluruh Jawa Tengah, Polri dan TNI. Di antaranya, ulama kharismatik dari Pekalongan Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Yahya, KH Memun Zubair dari Rembang, KH Masroni dari Gunungpati Semarang, dan para habaib. Tampak pula Kasdam Brigjen Joni Supriyanto, Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko.

“Disini beribadah berzikir bersama untuk keselamatan seluruh masyarakat Indonesia sekaligus untuk kesatuan bangsa," pungkasnya. (mha/ida)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar