Pemkot Atur Ojek Online

SEMARANG - Ratusan perwakilan operator transportasi konvensional dan transportasi online dipertemukan di Gedung Moch Ichsan Lantai 8 Balai Kota Semarang, Kamis (23/3). Ini sebagai upaya menyerap aspirasi kedua belah pihak agar menemukan titik temu sebagai solusi. Kegiatan tersebut juga sebagai sosialisasi revisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek yang akan diberlakukan mulai 1 April mendatang. 

 

Sebanyak tujuh perwakilan operator taksi, yakni Atlas, Pandu, Express, Astria, Blue Bird, Puri Kencana dan Kosti hadir. Termasuk transportasi online berbasis aplikasi Go-Jek dan Grab, serta Organda Kota Semarang. Mereka diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi dan pertanyataan di hadapan Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, Wali Kota Hendrar Prihadi, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji, serta sejumlah pejabat penting lainnya. 

 

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mengakui adanya fenomena konflik antaroperator transportasi konvensional dan transportasi online di berbagai kota besar. Tetapi di Jateng, kata dia, termasuk di Kota Semarang harus kondusif. Sebab, semua konflik bisa diselesaikan.

”Semua konflik pasti ada solusi. Tentunya tidak boleh ngotot, jangan asal menggunakan istilah pokoke. Semua perlu win-win solution. Agar pulang membawa rezeki halal dan tidak dengan mematikan usaha transportasi lain,” kata Condro. 

1
2
3
4
5

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar