Dituntut 13,5 Tahun, Diah Ayu Menangis

SEMARANG - Setelah sempat ditunda hingga tiga kali, tuntutan terhadap terdakwa Diah Ayu Kusumaningrum (DAK) akhirnya dibacakan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Semarang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (28/9). Tak tanggung-tanggung, terdakwa kasus dugaan korupsi raibnya dana Kasda Pemkot Semarang 2007-2014 sebesar Rp 21,7 miliar itu dituntut hukuman penjara selama 13 tahun 6 bulan (13,5 tahun). Ini rekor tuntutan tertinggi yang terjadi di Pengadilan Tipikor Semarang. Tak heran, jika Diah Ayu langsung menangis begitu mendengar tuntutan jaksa tersebut.


Dalam sidang dengan agenda pembacaan tuntutan kemarin, Jaksa Zahri Aeniwati dan Bondan Subrata menjerat terdakwa dengan pasal berlapis, yakni pasal 2 Undang-Undang (UU) Nomor 20 tahun 2001  jo pasal 18 jo pasal 55 ayat (1) KUHP. Selain itu, pasal 5 jo pasal 18 jo pasal 55 jo pasal 64 dalam undang-undang yang sama.


Selain pidana penjara selama 13 tahun 6 bulan, Zahri mewajibkan Diah Ayu membayar denda sebesar Rp 200 juta subsider 3 bulan penjara dan membebankan terhadap terdakwa untuk membayar Uang Pengganti (UP) kerugian negara sebesar Rp 21 miliar.


”Ketentuannya apabila tidak mengganti, maka harta benda terdakwa akan disita oleh negara atau diganti dengan hukuman pidana selama 6 tahun 9 bulan,” beber jaksa Zahri di hadapan majelis hakim yang dipimpin Antonius Widjantono SH.


Dalam pertimbangannya, Zahri menyebutkan hal-hal yang memberatkan, yakni perbuatan terdakwa tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi. Perbuatan terdakwa juga mengakibatkan kerugian negara, serta terdakwa berbelit-belit selama persidangan.


”Sedangkan hal yang meringankan adalah terdakwa belum pernah dihukum, dan bersikap sopan di dalam persidangan,” kata jaksa Bondan.
Atas tuntutan tersebut, kuasa hukum terdakwa, Soewidji dan Ahmad Hadi Prayitno menyatakan akan mengajukan nota pembelaan yang akan dibuat tersendiri antara terdakwa maupun kuasa hukumnya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar