Perjuangkan Keadilan bagi Penyandang Tunarungu

Komunitas Sahabat Tuli Salatiga adalah kumpulan relawan dan para penyandang tunarungu. Mereka mengajarkan kepada masyarakat tentang bahasa tuli. Seperti apa?

DHINAR SASONGKO, Salatiga

PUHANAYU Ristiyono Putri, 25, adalah salah satu relawan Komunitas Sahabat Tuli Salatiga. Sejak  beberapa tahun terakhir, alumnus SMA Kristen I Salatiga ini mencurahkan perhatiannya kepada para penyandang tunarungu di Salatiga dan sekitarnya. Meski dirinya bukanlah penyandang tunarungu, namun kecintaan dan kepeduliannya kepada para difabel ini tak diragukan lagi. Ia juga menjadi motivator bagi mereka.

Ia mengatakan, Sahabat Tuli Salatiga bukanlah sebuah organisasi. Anggota komunitas ini biasa berkumpul di sekretariat Jalan Nakula Sadewa I No 17 Kembangarum, Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Salatiga.

”Kami sengaja tidak membuat Sahabat Tuli ini sebagai organisasi, ini disebabkan kami lelah berorganisai. Dulu memang Sahabat Tuli Salatiga sebuah organisasi dengan nama yang berbeda, karena alasan tersebut membuat kami bubarkan. Tanpa organisasi, kami ingin terus beraktivitas dan berkumpul,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Puhanayu menceritakan, sebelum menjadi Sahabat Tuli Salatiga, forum teresebut bernama Walitura atau Wahana Tuna Rungu Salatiga. Komunitas ini sudah ada sejak 2007. Setelah Walitura kemudian berganti nama menjadi Komunitas Tuli Salatiga, selanjutnya berganti lagi menjadi Atusa atau Asosiasi Tuli Salatiga. Setelah berganti-ganti nama dan tidak ada perubahan signifikan, akhirnya diputuskan untuk mengubah sistem organisasi menjadi komunitas saja. Namanya menjadi Komunitas Sahabat Tuli Salatiga.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar