Bantu Orang Tua, Ikut Memulung Sampah

Keterbatasan biaya, tidak menjadi penghalang untuk berprestasi. Hal itu dibuktikan oleh Firna Larasanti , 21, yang berhasil menyabet predikat cumlaude dari 1.460 mahasiswa, dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,77. Seperti apa?

FIRNA tidak terlahir dari keluarga yang bergelimang harta. Orang tuanya yang bekerja sebagai pemulung, mendorongnya mengikuti program Bidikmisi untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan di Universitas Negeri Semarang (Unnes) beberapa tahun lalu. 

Putri kedua pasangan Misianto, 47, dan Siti Siswati, 45, ini akhirnya diterima Fakultas Ilmu Sosial Unnes jurusan politik dan kewarganegaraan. Sempat tebersit rasa takut tidak bisa melanjutkan kuliah, lantaran merasa orang tuanya tak mampu. 

”Dulu saya takut bagaimana jika tidak bisa melanjutkan kuliah, karena orang tua saya tidak mampu. Namun saya terus berusaha belajar giat dan berdoa, agar semuanya bisa berjalan dengan lancar,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di sela-sela prosesi wisuda Unnes, Rabu (27/7) kemarin.

Meski cumlaude, Firna tetap rendah hati. Bahkan, tidak malu menceritakan kondisi ekonomi keluarganya. Misianto ayahnya bekerja sebagai pemulung, sementara ibunya Siti Siswati bekerja sebagai buruh cuci serabutan dengan pendapatan tidak menentu. Bahkan Firna setiap pulang kuliah, harus meluangkan waktu untuk membantu kedua orang tuanya.

”Saya kadang membantu ayah saya untuk memunguti sampah. Bahkan kakak saya, Latifah Mulyo bekerja sebagai tukang kebun untuk membantu perekenomian orang tua,” ujar perempuan yang tinggal di Desa Karanggeneng, Kelurahan Sumur Rejo, Gunung Pati ini.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar