Penjualan Rumah Kelas Menengah Turun

SEMARANG–Penjualan rumah kelas menengah selama dua bulan terakhir mengalami penurunan. Hal ini tak terlepas dari pengaruh lebaran dan musim liburan yang menyedot dana calon pembeli ke kebutuhan-kebutuhan tersebut.

Penurunan penjualan terlihat dalam pameran perumahan REI Expo 5 yang digelar di Mal Ciputra belum lama ini. Realisasi potensi penjualan hanya mencapai 30 unit, dari target awal sebanyak 70 unit.

“Hasilnya jauh dari target yang diharapkan. Dari 16 pengembang, sudah 10 yang melaporkan dan potensi penjualan hanya 30 unit,” ujar Wakil Ketua DPD REI Jateng Bidang Humas, Promosi dan Publikasi, Dibya K Hidayat, kemarin.

Sebanyak 30 unit tersebut, mayoritas merupakan perumahan kelas atas. Sedangkan sisanya yang terjual merupakan perumahan dengan kelas menengah. “Di pameran kali ini, yang banyak terjual justru yang harganya sekitar Rp 1 miliar,”ujarnya.

Menurutnya, penurunan penjualan rumah kelas menengah salah satunya diakibatkan oleh adanya dua liburan berturut-turut. Yaitu liburan jelang dan selama lebaran, serta liburan anak sekolah. “Liburan yang berturut-turut tersebut tampaknya menyedot biaya. Sehingga cukup berdampak juga pada permintaan rumah kelas menengah,” ujarnya.

Namun, kondisi ini diyakini akan segera pulih dalam dua bulan ke depan. Berdasarkan tahun-tahun sebelumnya, begitu kondisi pulih, maka pembeli tak hanya dari dalam Kota Semarang, tapi juga luar. “Selain itu, kami juga akan terus menggandeng pihak perbankan dalam pameran-pameran ke depan. Promo eksklusif seperti bunga lebih rendah, bebas biaya administrasi, tentu akan memberikan daya tarik tersendiri,” tandasnya. (dna/ida)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar