Warga Minta Peternakan Ayam Ditutup

UNGARAN–Ratusan warga Dusun Kesongo Lor RT 1 RW 3, Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, menggerudug gedung DPRD Kabupaten Semarang, Senin (25/7) kemarin. Mereka meminta agar kandang ayam yang letaknya dekat permukiman warga di Kesongo Lor tersebut ditutup, karena tidak berizin.

Perwakilan warga Kesongo Lor, Ahmad Munib Sidiq mengungkapkan bahwa resahnya warga setempat lantaran lokasi kandang ayam yang bisa menampung 20.000 ayam hanya berjarak 50 meter dari permukiman warga termasuk musala aktif. ”Warga menolak keberadaan kandang ayam tersebut dan sudah diperingatkan Pak Kades, namun tetap saja beroperasi,” katanya, Senin (25/7).

Dikatakan Munib, semenjak didirikan peternakan ayam tersebut, sang pemilik tidak pernah sekalipun melakukan komunikasi dengan warga setempat. “Usaha peternakan tersebut juga tidak ada izinnya,” katanya.

Menurut Munib, keberatan warga sudah diberitahukan kepada pengelola peternakan ayam. Tapi dalam perjalanannya, peternakan ayam tersebut tetap saja beroperasi. Warga sempat juga sudah membuat spanduk penolakan ketika tahu bibit ayam akan didatangkan ke kandang. Namun pemilik peternakan tetap mendatangkan 7.000 ekor bibit ayam didampingi dua pengawal, sehingga warga tidak berani menghalangi.

Atas kejadian itu, warga langsung melaporkannya ke Pemerintah Desa (Pemdes) Kesongo dan disepakati untuk dimediasi. Namun upaya mediasi tidak pernah terealisasi, karena waktu terus diundur dan pemilik peternakan beralasan sibuk. “Untuk mediasi kesulitan. Pemilik peternakan alasannya sibuk terus,” katanya.

Munib menilai pemilik peternakan ayam juga arogan. Sebab mengabaikan prosedur hukum dan mengabaikan warga. “Kedatangan kami ke sini (DPRD)  untuk meminta DPRD menyampaikan kepada pemilik peternakan segera menutup usaha peternakannya selamanya guna meminimalisasi dampak sosial di masyarakat. Karena saat ini sudah ada gab antarwarga yang menolak dengan saudara pemilik peternakan,” katanya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar