Kru Iuran Biaya Operasional, Pernah 2 Tahun Vakum

Sudah 16 tahun Radio Kampus MBS FM 107.8 berdiri. Kini, pendengarnya bukan hanya mahasiswa dan civitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, tapi masyarakat umum. Seperti apa?

NOOR LAILATUL KHASANAH                      

PERKUMPULAN Komunitas Radio Mitra Berdakwah dan Bersalawat atau Radio MBS FM berdiri sejak 1 Oktober 2000. Pada awalnya, Radio MBS FM ini adalah tempat praktikum mahasiswa untuk mengembangkan diri (life skill) di bidang broadcasting. Namun seiring berjalannya waktu, keberadaan stasiun radio ini mulai menarik hati mendengar. Bahkan telah memiliki segmen pendengar tersendiri.

Karena itu, Radio MBS FM kemudian dilembagakan dalam suatu komunitas pendengar. Radio MBS FM juga bukan hanya sebagai tempat latihan mahasiswa. Namun juga memenuhi kebutuhan masyarakat akan hiburan, informasi, pendidikan formal dan lain sebagainya.

Pembina Radio MBS FM, Maya Rini Handayani, menjelaskan, pada awalnya, tujuan didirikan Radio MBS FM guna menunjang kegiatan praktik para mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang. Jurusan KPI sendiri memiliki tiga konsentrasi, ykani Penyiaran Radio, Penyiaran TV dan Penerbitan. ”Nah, Radio MBS FM sendiri adalah penunjang bagi mahasiswa konsentrasi Penyiaran Radio,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sejak berdiri 16 tahun lalu, studio Radio MBS FM berada di Gedung Laboratorium Dakwah (Labda), dan menjadi salah satu divisi di Labda. Kini, Radio MBS FM beroperasi 8 jam setiap harinya, mulai pukul 08.00 sampai 16.00. Kecuali di hari libur, Radio MBS FM selalu siaran dengan berbagai macam program acara. Mulai Mozaik Pagi, Pasta Mitra, Siaran Dangdut Mania (SDM), dan lainnya.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar