Sahara Demak Gelar Uji Kompetensi

DEMAK- Menjadi pengemudi profesional dengan sertifikasi kini menjadi salah satu cara untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di jalan raya. Karena itu, para pengemudi harus mempunyai keterampilan yang mumpuni dengan bekal keahlian yang cukup.

Demikian mengemuka dalam pembukaan uji kompetensi mengemudi kendaraan bermotor yang digelar Lembaga Pendidikan dan Keterampilan (LPK) Sahara Demak di Hotel Amantis, selama dua hari Sabtu dan Minggu (23 dan 24/7) kemarin.

Uji kompetensi ini diikuti sekitar 125 peserta dari wilayah Jawa Tengah. Diantaranya, dari Pati, Jepara, Kudus, Rembang, Blora, Tegal Semarang, Demak dan daerah lainnya. Ketua panitia yang juga Direktur Tempat Uji Kompetensi (TUK) Sahara Demak, Moh Nur Cholis, SE, MM mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya menuju Indonesia berkompeten melalui sertifikasi mengemudi. “Melalui uji kompetensi mengemudi ini, maka peserta diharapkan dapat lebih terampil dalam mengemudi kendaraan bermotor, termasuk memahami serta mematuhi rambu-rambu lalulintas di jalan raya,”ujar dia.

Pengelola dan pemilik  LPK Sahara, Rias Arimukti K Wilujeng menambahkan, Sahara Demak merupakan tempat uji kompetensi nomor dua di Jateng setelah Wonogiri. Selain itu, Sahara Demak juga menduduki nomor urut lima di Indonesia. “Alhamdulillah, Sahara Demak dapat menggelar uji kompetensi mengemudi ini untuk wilayah Jateng,”kata istri Nur Cholis tersebut.

Kepala Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Mengemudia Kendaraan Bermotor Ir Ade S Danu mengatakan, uji kompetensi tersebut diperlukan sekaligus menjadi cerminan harmonisasi semua unsur instansi terkait dalam menuntaskan masalah lakalantas. “Sebab, urusan lakalantas tidak semata menjadi tanggung jawab Satlantas saja, namun menjadi tanggung jawab bersama, termasuk Dinas Perhubungan maupun Dinas Pendidikan,”katanya.

Karena itu, uji kompetensi yang dilaksanakan Sahara Demak tersebut merupakan rangkaian dari uji 500 pengemudi di seluruh Indonesia. “Kita akan terus gelorakan uji kompetensi mengemudi ini. Sebab, menghadapi persaingan bebas masyarakat ekonomi Asean (MEA), banyak instansi yang membutuhkan pengemudi professional bersertifikasi termasuk pengemudi taxi,” tandasnya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar