Kendal Jadi Pilot Project Tanaman Bawang

KENDAL — Kendal akan dijadikan pilot project pengembangan tanaman bawang merah oleh pemerintah pusat. Hal itu lantaran Kendal memiliki wilayah pertanian yang cukup dalam hal budidaya tanaman bawang merah.

Demikian dikatakan Staf Bidang Pertanian, Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutanan (DP3K) Kendal, Zaenal Arifin. Menurutnya, Selain Kendal wilayah lainnya yang akan djiadikan proyek pengembangan bawang merah adalah Kabupaten Demak dan Pati. ”Kendal menjadi salah satu daerah yang sangat potensial untuk pengembangan tanaman bawang merah. Tanaman bawang merah ini bisa menjadi alternatif untuk alih tanaman tembakau sebagaimana anjuran dari pemerintah,” katanya, kemarin.

Namun diakui Zaenal, petani bawang di Kendal masih didomoniasi dari Brebes. Perbadingannya 60 persen petani bawang Brebes dan 40 persen sisanya petani bawang Kendal yang baru memulai menaman bawang. ”Lahan sawah yang cocok ditanami bawang merah umumnya berada di bagian Selatan pantura. Seperti daerah Pegandon, Ringinarum, Gemuh dan Ngampel,” jelasnya.

Pihak Dinas Pertanian akan melakukan pendampingan bagi para petani yang menanam bawang merah. Selain itu, juga akan ada bantuan bibit dari pemerintah. ”Para petani akan diberi penyuluhan dan pendampingan, baik teknis atau bantuan stimulan berupa bibit,” ujarnya.

Anggota DPR RI, Fadholi mendukung program pengembangan tanaman bawang merah ini. Namun musim tanamnya tidak dilakukan secara bersamaan, karena untuk menjaga adanya panen yang melimpah, selain itu bisa mengakibatkan harga menjadi turun. ”Harus ada pengaturan dalam penanamannya, supaya harga tetap stabil. Demikian pula untuk tembakau, sehingga para petani tetap untung,” harap Fadholi.

Sementara Bupati Kendal, Mirna Annisa mengatakan, wilayah Kendal sangat potensial untuk ditanami bawang. Tapi justru yang terjadi, banyak petani di Kendal ini yang menjadi buruh tani di daerahnya sendiri. ”Sebab rata-rata penggarap sawah adalah warga Brebes yang menyewa lahan hingga berhektare-hektare. Ini sungguh sangat ironis,” katanya.

Dinas Pertanian menurutnya harus memberikan pembinaan kepada para petani di Kendal. Sehingga petani Kendal memiliki keberanian untuk mengelola sawahnya sendiri. ”Secara daerah iya memang Kendal potensi bawang merahnya, tapi kenyataannya kita tidak menikmati hal itu, justru warga Brebes. Ini kan sangat memprihatinkan,” tegasnya. (bud/zal/ce1)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar