Jalan Tol Membius Pemudik

Oleh:

Djoko Setijowarno

MUDIK Lebaran tahun ini ditandai dengan pengoperasian dan peresmian ruas Pejagan-Brebes Timur 20,3 km oleh Presiden RI Joko Widodo. Harapannya, antrean panjang dan kemacetan saat mudik tidak terulang seperti tahun lalu.

Namun kondisi di lapangan berbeda, justru adanya tol ini, jalur non tol pantura ditinggalkan pengguna mobil. Dampaknya, waktu tempuh menjadi lebih lama, antrean kendaraan lebih panjang. Banyak pemudik yang menuju ke selatan ingin menikmati sensasi tol di pantura yang akhirnya terjebak macet. Artinya, propaganda tol mengatasi kemacetan tidak berhasil.

Di sisi lain, desain pintu keluar di pantura juga jadi penyebab kemacetan. Idealnya dirancang tanpa traffic light dengan membangun flyover. Namun dimaklumi, jika semua jalan keluar dibuat seperti itu memerlukan investasi yang lebih mahal dan tidak masuk dalam hitungan investor. Terlebih, hanya digunakan setahun sekali pada musim Lebaran.

Aturan untuk jalan tol sudah tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 15 tahun 2006 tentang Jalan Tol. Jalan tol adalah jalan umum bagian sistem jaringan jalan dan sebagai jalan nasional yang penggunannya diwajibkan membayar tol. Jalan tol adalah lintas alternatif dari ruas jalan umum yang ada. Namun bisa tidak menjadi lintas alternatif, apabila pada kawasan yang bersangkutan belum ada jalan umum dan diperlukan untuk mengembangkan suatu kawasan tertentu. Jalan tol mempunyai tingkat pelayanan keamanan dan kenyamanan yang lebih tinggi dari jalan umum yang ada dan dapat melayani arus lalu lintas jarak jauh dengan mobilitas tinggi.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar