Latihan Seminggu, Piawai Nge-Dance di Depan Siswa

Melakukan sesuatu hal yang sangat dadakan bukanlah perkara yang mudah. Namun bagi 13 Polisi Wanita (Polwan) Salantas Polrestbabes Semarang yang tergabung dalam Dancer Polrestabes ini, bisa tampil kompak dan menarik hanya dengan latihan seminggu. Seperti Apa?

M. HARIYANTO

TERBENTUKNYA grup Dancer Polwan Polrestabes Semarang ini pascalebaran beberapa hari lalu. Grup Dancer Polrestabes Semarang terdiri atas anggota kesatuan lalu lintas dari unit yang berbeda. Sehingga kerap mengalami kendala dalam latihan menari lantaran terbentur dengan kesibukan jam kerja masing-masing. ”Sebab selain bertugas mengatur lalu lintas jalan, juga dihadapkan dengan kegiatan Ramadniya. Jadi harus janjian menyinkronkan waktunya dulu,” kata salah satu dari anggota dancer, Ipda Widiastuti yang juga sebagai Kasubnit I Dikyasa Satlantas Polrestabes Semarang ini.

Karena kesibukan masing-masing, waktu berlatih hanya singkat satu minggu lamanya sebelum tampil perdana. ”Latihan hanya seminggu, terus diminta tampil dalam acara. Mau tidak mau ya harus dilaksanakan. Akhirnya rutin setiap sore selesai bekerja langsung latihan di Sarpras Blenduk,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Dalam waktu yang singkat tersebut, seluruh anggota dancer dituntut bisa menyelesaikan gerakan-gerakan tarian tiga musik yang berbeda. Namun dengan perjuangan dan semangat yang tinggi, hal itu bisa dilalui dengan lancar dan tampil gemilang. ”Kalau soal gerakan tidak ada masalah. Sebagian sudah ada yang pernah nge-dance. Paling sulit ya tadi, mengngumpulkan orang-orangnya saja,” ujarnya.

Selama melakukan latihan menari dance, diakuinya tidak mengganggu aktivitas kerja. Bahkan, tidak ada yang terkena komplain di lingkungan keluarga, meski kerap terlambat pulang ke rumah. ”Kami sudah berkomunikasi. Kalau alasan kita benar, bisa dimengerti,” katanya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar