BJL 2000 Kembali Lirik Cosmo

SEMARANG – Tim futsal kebanggaan Semarang BJL 2000 segera menentukan masa depannya, pasca menyelesaikan musim pertamanya di ajang Pro Futsal League (PFL) 2016. BJL 2000 mulai menatap persiapan musim kedua kompetisi futsal level tertinggi di Indonesia tersebut.

Termasuk soal merger BJL 2000 dengan klub asal Jakarta, Cosmo. Owner BJL 2000, Suyatno dihubungi kemarin mengatakan, saat ini segalanya masih bisa terjadi termasuk kemungkinan kedua klub tersebut untuk memperpanjang kerjasama mereka. “Pada prinsipnya owner Cosmo tidak keberatan jika kami kembali merger di PFL musim depan. Hanya saja masih perlu ada pembicaraan lebih lanjut. Kemungkinan bulan Agustus besok sudah ada keputusan,” kata Suyatno.

Seperti diketahui, menghadapi PFL musim pertamanya musim kemarin, BJL 2000 memutuskan untuk merger dengan Cosmo lantaran masa persiapan setelah memastikan lolos dengan jadwal bursa transfer yang cukup mepet. Di satu sisi, Cosmo merupakan klub yang memiliki materi cukup siap menghadapi PFL setelah sebelumnya Cosmo juga sempat melakukan merger dengan salah satu kontestan PFL, Elektrik PLN. Termasuk kehadiran head coach Wahyudin Kocoy merupakan bagian dari merger kedua klub. ”Jadi kalau besok kami merger lagi ya bisa saja coach Wahyudin bergabung kembali,” lanjutnya.

Masih mengenai pelatih, Suyatno menambahkan, menghadapi PFL musim depan pihaknya tengah berburu pelatih dengan lisensi AFC 2. Hal itu karena, sesuai aturan Federasi Futsal Indonesia (FFI) , pada musim depan pelatih yang menangani futsal pro di PFL harus berlisensi AFC 2. "Kalau memang aturan itu jadi di pakai, sepengetahuan saya, mereka mereka yang sudah berlisensi AFC 2 adalah coach Andre Irawan (pelatih Libido Bandung), Justin Lhaksana (mantan pelatih timnas), dan Efraim," katanya.

Selain kemungkinan kembali dilatih Wahyudin Kocoy, Suyatno mengakui beberapa pelatih juga telah menyatakan keinginan mereka untuk memimpin skuatnya di PFL musim depan. “Ada juga pelatih pelamar dari Malaysia, konon pernah menangani Malaka FC dan baru pulang belajar dari Italia yang melamar ke kami,” bebernya.

Musim lalu, BJL 2000 Cosmo memang gagal menjadi juara PFL 2016.  Saat itu, tim yang masih diasuh Wahyudin Kocoy hanya mampu menduduki posisi ke-empat di PFL 2016. Mereka takluk 3-4 dari Black Steel Manukwari di semifinal. Dalam perebutan tempat ketiga menyerah 3-5 (3-3) adu penalti dari Biangbola Kaltim. Adapun juaranya diraih Black Steel setelah di final menang 5-3 (3-3) adu penalti melawan Vamos Mataram NTB. (bas/smu)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar