Biasa Bantu BAB, Repot kalau Ada yang Bertengkar

Banyak orang tua ingin menikmati usia senjanya bersama keluarga dan orang-orang tersayang. Namun tidak semua bisa merasakannya. Tak sedikit yang menghabiskan usia senjanya jauh dari keluarga. Mereka harus hidup di Panti Wreda, salah satunya di Panti Wreda Harapan Ibu, Beringin, Ngaliyan, Semarang.

ANA KHASANATUN, Ngaliyan

SIANG itu, Panti Wreda Harapan Ibu tampak sepi. Hanya terlihat dua orang yang memasuki bangunan bercat kuning yang sudah mulai pudar itu. Panti Wreda yang diresmikan 21 tahun lalu itu dihuni oleh 38 orang lanjut usia yang semuanya wanita. Panti ini berada di bawah Yayasan Dharma Wanita Kota Semarang, yang dikelola oleh 4 pengurus dan 4 karyawan yang membantu mengurusi kebutuhan penghuni panti.

Di Panti Wreda ini terdapat fasilitas yang dimanfaatkan oleh penghuni panti, seperti televisi, kipas angin, tempat tidur, kamar mandi, dan sebagainya. Kebutuhan makan tiga kali sehari dan keperluan mandi pun juga telah disediakan oleh pengurus panti. ”Biaya kebutuhan penghuni di sini didapat dari bantuan atau donasi para donatur,” jelas Sri Redjeki, Wakil Ketua Panti Wreda Harapan Ibu kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Beragam latar belakang lansia penghuni panti tersebut. ”Ada yang memang tidak punya suami atau anak, ada pula yang tinggal di sini karena keluarganya berat hati merawatnya saat mereka tua. Namun kita mengutamakan lansia yang tidak mampu dan tidak memiliki keluarga untuk tinggal di sini,” kata Bu Sri – sapaan akrabnya.

Sri Redjeki sendiri telah mengabdikan dirinya di Panti Wreda Harapan Ibu sejak 1996 atau sudah 20 tahun. Perempuan berkerudung kelahiran Boyolali ini mengaku banyak tugas yang harus dilakukannya sebagai Wakil Ketua Panti. ”Kadang mewakili Ketua Panti untuk menghadiri undangan, mengurusi surat masuk atau keluar, saya juga menyeleksi calon penghuni untuk panti ini,” ungkap Sri.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar