Kurikulum Softkill Terintegrasi di Perguruan Tinggi

Oleh: Olivia Fachrunnisa Ph.D *)

PERGURUAN Tinggi ikut berkontribusi pada peningkatan kualitas generasi muda produktif (usia kerja 20-45 tahun). Sebuah perguran tinggi  menghasilkan angkatan muda lulusan baru baik program diploma maupun sarjana yang siap memasuki dunia kerja.

Setiap generasi akan membawa tantangan dan menguji sebuah negara, akan tetapi tidak ada yang lebih menantang selain generasi milenium. Siapakah mereka? Mereka adalah angkatan muda yang lahir pada tahun 1980-1999. Menurut proyeksi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), lebih dari 50 tahun ke depan, populasi Indonesia akan mengalami bonus demografi, 60-70 persen dari populasi tersebut berada dalam usia kerja 15-64 tahun. Sedangkan menurut the CIA World Factbook, rata rata usia penduduk di Indonesia adalah 29,2 tahun.

Ciri dari generasi tersebut adalah memilih bekerja dengan lebih leluasa (fleksibilitas) dalam segi waktu dan tempat, memiliki jiwa kewirausahaan yang tinggi dan kesadaran sosial. Generasi ini juga berpikir out of the box. Tantangan dan perubahan merupakan motivator bagi generasi milenium. Ciri berikutnya, generasi ini memiliki pola pikir mobile. Mereka terhubung dengan internet selama 7 hari dan 24 jam sehari.

Pemenuhan kompetensi dan daya saing yang tinggi tersebut menjadi salah satu tugas perguruan tinggi. Di dalam standar KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia).telah diamanahkan bahwa kurikulum Perguruan Tinggi hendaknya juga mencakup kemampuan soft skill dan hard skill. Setiap mahasiswa hendaknya tidak hanya berkompetensi di bidangnya, tetapi juga harus memiliki kemampuan soft skill dan karakter yang kuat seperti kemampuan memimpin, berkomunikasi, menjalin relasi, empati, dll.  Dengan bekal soft skill dan hard skill yang seimbang, diharapkan seluruh lulusan akan memiliki daya saing dan daya juang yang kuat dalam menghadapi globalisasi dan MEA khususnya.

Antara tahun 1986 dan 2006, terdapat banyak penelitian yang membuktikan bahwa keahlian yang disebut sebagai soft skill akan menjadi sangat penting bagi efektifitas kerja di masa mendatang (Brungardt: 2011). Hard skill merupakan kemampuan dan keterampilan yang mencakup pengetahuan akademik.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar