Gabungkan WA dan Line, Ditawar Jepang Rp 140 M

Novi Wahyuningsih menciptakan aplikasi Callind. Aplikasi messaging ini kabarnya sempat ditawar perusahaan Jepang dengan harga USD 10 Juta atau sekitar Rp 140 miliar. Seperti apa?

AJIE MAHENDRA

NOVI Wahyuningsih boleh dibilang genius. Dia mampu menciptakan aplikasi berbasis messaging bernama Callind dengan cara otodidak. Aplikasi ini pun relatif ringan. Tidak membebani memory ponsel, sehingga bisa dibuka secara cepat meski dipasang di gadget dengan spesifikasi rendah sekali pun.

Kepada Jawa Pos Radar Semarang, dara kelahiran Kebumen, 6 November 1991 ini bercerita proses melahirkan Callind cukup panjang. Bermula ketika Novi masih melalap bangku Diploma Ilmu Akuntansi di Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta. Saat itu, kondisi ekonomi keluarganya tergolong pas-pasan.

”Yang namanya anak muda, pasti penginnya ini-itu. Tapi karena tidak punya uang, akhirnya ada motivasi untuk cari kerja part time. Akhirnya, malah coba-coba jualan produk lewat MLM (multi level marketing),” tuturnya.

Meski tidak banyak uang yang bisa masuk kantong pribadi, Novi merasa kenyang soal ilmu pemasaran. Dia juga merasa lebih berani berbicara di depan umum. Tidak lama, dia memutuskan untuk berhenti dan mencari pekerjaan lain.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar