Bisnis Tempat Hiburan Tak Bergairah
BERITA TERKAIT

SEMARANG – Kwartal pertama dan kedua tahun 2016, ternyata tidak berpihak kepada pengusaha dunia hiburan di Kota Semarang. Bahkan bisa dibilang jika bisnis dunia hiburan hingga pertengahan tahun ini kurang begitu antusias ataupun lesu.

Varuna Entertainment Inc, salah satu perusahaan yang mengembangkan tempat-tempat hiburan di Jateng dan DIY mengakui kondisi tersebut. Direktur Operasional Varuna Entertaiment Inc, Negro Sefni mengatakan, dunia hiburan di Kota Semarang dan beberapa kota lainnya di Jateng dan DIY kurang bergairah. Dia memperkirakan kondisi ini lantaran pengaruh iklim investasi yang belum membaik.

Beberapa outlet di Semarang, Pekalongan, Cilacap, dan Yogyakarta yang dikelola Varuna seperti Babyface club & Karaoke, Executive Club, Kyu-Kyu, Relique Spa, Goodfellas and Modus Bar, cukup lesu.

Meski begitu, diprediksi pada Agustus nanti market atau pasar dunia hiburan akan mulai membaik. Hal ini dikarenakan karena potensi pasar di Semarang dan beberapa kota lain akan mulai membaik seiring membaiknya iklim bisnis dan investasi yang kini mulai didongkrak oleh pemerintah. “Secara keseluruhan dunia bisnis lesu, yang berimbas kepada pola konsumsi masyarakat,” jelasnya.

Dijelaskan, bisnis hiburan juga belum bisa berkembang karena adanya kompetisi pasar. “Saat ini pasar cenderung selektif dan rasional, sehingga perang harga sering terjadi. Namun dengan kualitas dan fasilitas yang ada, kami masih bisa bersaing dengan para kompetitor,” ungkapnya.

Untuk mendongkrak kunjungan masyarakat dan membuat binis hiburan semakin menanjak, manajemen Varuna mengakalinya dengan kerap membuat event dan promo, terutama event tematik yang memang menjadi andalan. “Iklim bisnis dan pariwisata Kota harus diperbaiki dan dikembangkan lagi, nantinya juga akan berimbas ke sector lain seperti ekonomi bahkan sektor entertainment,” tutupnya. (den/smu)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar