Sedekah dan Kepedulian
BERITA TERKAIT

Oleh:

Usfiey Marfu’ah *)

BULAN suci Ramadan dikatakan sebagai bulannya sedekah. Orang berlomba-lomba memperbanyak amalan, terutama sedekah, karena setiap amalan di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan imbalannya oleh Tuhan. Namun, kebanyakan dari orang menganggap sedekah ataupun kedermawanan selalu berhubungan dengan harta benda. Sehingga, hanya orang-orang yang mempunyai kelebihan harta saja yang dapat melakukan sedekah, sedangkan orang yang tidak memiliki harta benda lebih hanya dapat mencukupi kebutuhannya sendiri, tidak dapat melakukan amalan sedekah.

Anggapan demikian tentu saja tidak sepenuhnya benar. Konsep sedekah yang selama ini diyakini perlu dibongkar kembali. Muhammad, sebaik-baik manusia utusan Tuhan, pernah bersabda bahwasannya memberikan senyum kepada sesama manusia merupakan sedekah. Pernyataan demikian mengukuhkan bahwasannya sedekah tidak semerta-merta berkaitan dengan harta benda. Lebih dari itu, menurut sabda tersebut, inti dari sedekah ialah memberi, apapun bentuknya.

Dengan demikian, perlu disampaikan bahwasannya ada beberapa hal yang dapat menjadi materi sedekah. Pertama, materi yang dapat berupa harta benda. Keberadaan harta benda sebagai hal untuk didermakan sangatlah jelas sebagai pembantu bagi kaum yang lebih membutuhkan. Telah banyak kisah yang menuturkan akan kedahsyatan sedekah. Orang yang bersedekah tidak akan menjadikan hartanya berkurang, bahkan sebaliknya menjadi bertambah.

Akhir-akhir ini, marak beredar video (tersembunyi) yang direkam di suatu SPBU yang menunjukkan aksi sedekah. Ada seseorang yang melakukan pembayaran BBM (Bahan Bakar Minyak) di suatu SPBU untuk orang yang mengantre di belakangnya. Setelah melakukan pembayaran dengan jumlah isi bensin tangki penuh, kemudian ia pergi begitu saja. Ia melakukannya kembali selang beberapa menit kemudian hingga beberapa kali.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar