Jihad Perdamaian

Oleh:

Ahmad Tajuddin Arafat *)

DALAM ingatan publik saat ini, Islam sedang dicoba dengan perilaku sebagian umatnya yang membawa Islam dengan wajah yang “garang” dan eksklusif. Islam diidentikkan dengan agama pedang dan bias anarkis. Agama yang mengajarkan sikap intoleransi dan anti perdamaian. Sehingga label-label negatif, seperti fundamentalis, radikalis, ekstrimis, teroris, dsb, selalu pantas dan seksi untuk disematkan dalam Islam.

Pola-pikir yang negatif ini menyebabkan beberapa masyarakat mengalami sikap Islamophobia, terutama pada masyarakat Barat modern saat ini. Pengakuan yang jarang terhadap Islam sebagai agama yang berdasarkan nilai-nilai bina-damai dan anti-kekerasan menjadi wajah Islam yang asing bagi mereka dan kita.

Padahal, jika kita menilik pada al-Qur’an dan Hadis Nabi saw banyak sekali ditemukan nilai-nilai perdamaian dan anti-kekerasan di dalamnya. Tidak ada satu ayat pun dalam al-Qur’an, dan tidak ada satu Hadis pun yang mengobarkan semangat kebencian, permusuhan, pertentangan, atau segala bentuk perilaku negative dan represif yang mengancam stabilitas dan kualitas kedamaian hidup (Budhy Munawar-Rahman, 2010). Al-Qur’an menegaskan bahwa Rasulullah saw diutus oleh Allah SWT untuk menebarkan kasih sayang: "dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam". (Q.S. Al-Anbiya: 10). Zuhairi Misrawi (2010) menyatakan bahwa ada dua hal utama yang perlu diketahui dari ayat tersebut. Pertama, makna rahmatan. Secara linguistik, rahmatun berarti kelembutan dan kepedulian (al-riqqah wa al-ta’aththuf).

Kedua, makna lil’alamin. Para ulama berbeda pendapat dalam memahami ayat ini. Ada yang berpendapat bahwa cinta kasih Rasulullah saw. hanya untuk orang muslim saja. Tapi ulama lain berpendapat bahwa cinta kasih Rasulullah saw untuk semua umat manusia. Hal ini mengacu pada ayat terdahulu yang menyatakan bahwa Rasulullah saw diutus untuk seluruh umat manusia (kaffatan li an-nas). Sebuah Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim disebutkan pula bahwa “Sesungguhnya saya tidak diutus sebagai pemberi laknat, tapi saya diutus untuk member rahmat”.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar