Green Religion dan Kehidupan Damai

Oleh:

Misbah Zulfa Elizabeth

Al-Qur’an beberapa kali menyebutkan larangan untuk berbuat kerusakan di muka bumi dengan berbagai konteks ayatnya. Setidaknya dapat disebutkan tiga ayat dalam surat Al-A’raf, yang di salah satu ayatnya, yaitu ayat 56 (QS 7:56) dinyatakan “dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah Amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik”.

Realitas kerusakan di muka bumi ini telah demikian memprihatinkan.  Berbagai kerusakan  telah terjadi dalam berbagai aspeknya. Dapat disebutkan di sini, akibat dari proses industrialisasi, terjadi eksplorasi alam dalam  berbagai bentuknya, misalnya penambangan, penebangan hutan,  pemanfaatan produk dan biota laut. Namun demikian, karena orientasi industrialisasi adalah keuntungan (profit) maka eksplorasi itu berkembang menjadi eksploitasi.

Eksplorasi sangat berbeda dengan eksploitasi. Jika eksplorasi berorientasi pencarian kemungkinan pengembangan, eksploitasi adalah pemanfaatan  secara berlebih-lebihan. Eksploitasi sumber daya alam secara berlebih-lebihan tanpa memperhatikan aspek peran dan fungsi alam ini terhadap lingkungan mendatangkan berbagai macam bencana alam. Penebangan hutan sebagai contoh telah mengakibatkan bencana seperti tanah longsor, banjir, kabut asap,  serta pemanasan global.  Eksploitasi  penambangan pun telah mengakibatkan berbagai musibah seperti tanah longsor, berkurangnya sumber air yang sangat dibutuhkan bagi kehidupan, serta bencana lumpur panas sebagaimana yang terjadi di Sidoarjo yang dampaknya sangatmerugikan masyarakat. Contoh lain yang tidak kalan penting adalah eksploitasi industri plastik yang telah mengakibatkan pencemaran lingkungan dalam skala yang sangat massif.

Mengacu pada larangan Allah untuk melakukan kerusakan alam dan dengan melihat realitas kerusakan alam akibat eksploitasi alam yang berlebih-lebihan, menarik untuk melakukan refleksi dalam rangka untuk  mempertahankan kehidupan di alam ini dengan penuh kedamaian.  Ada dua hadits yang dapat dijadikan bahan untuk melakukan upaya penjagaan alam ini untuk tujuan kemaslahatan. Yang pertama adalah hadits dari  Jabir bin Abdullah r.a.yang mengatakan:” Rasulullah S.a.w. bersabda: Barangsiapa ada yang memiliki tanah, maka hendaklah ia tanami atau serahkan kepada saudaranya (untuk dimanfaatkan), maka jika ia enggan, hendaklah ia memperhatikan sendiri memelihara tanah itu. “ (HR. Imam Bukhori dalam kitab Al-Hibbah)

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar