Kesiapan Daerah Menerima Pemudik

Oleh: Djoko Setijowarno

TIDAK lama lagi, arus mudik Lebaran mulai mengalir  ke daerah. Daerah seperti punya kerja besar untuk menerima tamu yang setiap tahun hadir untuk menengok kampung halaman. Sebenarnya tradisi mudik Lebaran baru berkembang sekitar tahun 1070-an. Saat itu, Kota Jakarta sebagai ibu kota Indonesia menjadi satu-satunya kota di dalam negeri yang mengalami perkembangan pesat.

Pada 2015, data Kementerian Perhubungan mencatat penumpang angkutan umum (moda jalan, kereta api, penyeberangan, udara dan laut) sebanyak 17.404.575 penduduk Indonesia yang menjalankan mudik. Diprediksi pada 2016 ini akan ada kenaikan 1,04 persen (17.995.412 penduduk). Diprediksi pula yang menggunakan mobil pribadi meningkat 1,04 persen, sedangkan sepeda motor 1,48 persen.

Diperkirakan masih ada 13 lokasi titik kamacetan, yakni Merak, Cikampek, Nagrek, Cirebon, Pejagan, Brebes, Tegal, Pekalongan, akses tol Semarang-Ungaran, Ambarawa, Broncong (Tuban), Babat (Lamongan) dan Porong (Sidoarjo). Di Jawa Tengah, mulai 2016 akan dioperasikan jalan lingkar sepanjang lebih kurang 5 kilometer di Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, dan tidak memotong jalur perlintasan rel KA. Saban tahun di perlintasan sebidang ini bisa terjadi antrean panjang kendaraan menanti kereta yang lewat. Sementara setiap 5-8 menit palang pintu perlintasan harus ditutup, karena ada kereta yang lewat dan jumlah pada musim Lebaran pasti meningkat.

Data dari Dinhubkominfo Provinsi Jawa Tengah, jumlah pemudik menuju dan melintas Jateng pada Lebaran 2016 diprediksi mencapai 6.657.215 orang. Selama di daerah, tentunya  pemudik sangat memerlukan layanan transportasi yang aman dan lancar, ketersediaan BBM yang cukup, akomodasi (makan, tempat tinggal, jasa keuangan), fasilitas dan sarana ibadah, fasilitas kesehatan, tempat rekreasi, wisata dan belanja.

Setiap tahun, pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi pasti meningkat. Walaupun dari asal keberangkatan, pemerintah sudah berupaya dengan beragam program untuk memanjakan pemudik agar mau beralih ke angkutan umum. Belum dapat terbukti berhasil menurunkan penggunan kendaraan pribadi.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar