Produk Monoton, Ekspor Jateng Merosot
BERITA TERKAIT

SEMARANG - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat kondisi produk ekspor di Jawa Tengah tak ada perkembangan signifikan. Produk-produk yang diekspor juga cenderung monoton, karena masih didominasi tekstil dan perkayuan. Sedangkan penambahan produk ekspor hingga saat ini masih minim atau tidak terjadi penambahan. Hal itu membuat ekspor merosot.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Margo Yuwono mengatakan, hingga saat ini tercatat ada tiga besar negara tujuan utama ekspor Jateng, yakni Amerika Serikat, Tiongkok dan Jepang. "Tidak bertambahnya produk ekspor cukup menggambarkan bahwa kualitas dan daya saing masih rendah. Tentu, kondisi seperti ini menjadikan ekspor Jateng masih kalah bersaing. Secara nilai tidak banyak meningkat," ungkap dia.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik Jawa Tengah, nilai ekspor Jateng hingga bulan Mei 2016 mencapai USD 472,62 juta dolar atau naik 4,20 persen dibanding bulan April lalu. Kendati mengalami peningkatan, Margo Yuwono menilai hal itu sangat monoton. Mengingat masih rendahnya daya saing dan terbatasnya jenis komoditas ekspor dari Jateng. Kondisi seperti ini seharusnya menjadi tantangan bagi eksportir untuk terus memperluas komoditas lain.

Margo Yuwono melihat, produk dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki potensi untuk ekspor. "Sejauh ini, produk UMKM memang sudah diekspor, namun demikian masih didominasi oleh kekuatan lama. Sedangkan ekspor UMKM Jateng saat ini hanya memeroleh peluang penjualan kecil melalui pasar online. Hal ini patut disayangkan, mengingat banyak produk UMKM semestinya memiliki potensi besar,” katanya. (amu/smu)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar