Penjualan Rumah FLPP Capai 4.000 Unit

SEMARANG – DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat, penjualan rumah melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau rumah subsidi di area Jawa Tengah hingga akhir tahun ini mencapai sekitar 4.000 unit, dari target sebanyak 10.000 unit.

Ketua DPD REI Jateng MR Prijanto mengatakan, kebutuhan rumah di Jawa Tengah tahun ini sekitar 80 ribu unit. Tercakup di dalamnya rumah subsidi dan rumah komersil. Kebutuhan tersebut digarap oleh beberapa pihak. Diantaranya pemerintah dengan rumah susun milik (Rusunami), REI Jateng serta beberapa asosiasi lainnya. “Untuk REI sendiri, kami targetkan tahun ini bisa membangun dan menjual hingga 10 ribu unit,” ujarnya di sela pembukaan pameran REI Expo di Java Mal, kemarin.

Menurutnya, angka tersebut cukup tepat mengingat tingginya kebutuhan dan permintaan dari masyarakat. Tahun lalu saja, pihaknya berhasil menjual rumah subsidi hingga 5.600 unit. “Permintaan cukup tinggi. Khususnya Solo Raya dan Purwokerto yang penjualannya cukup pesat,” sebutnya.

Hal ini, lanjutnya, juga tak terlepas dari dukungan pemerintah serta pihak perbankan. Mulai dari  perizinan, bunga rendah, uang muka 1 persen, jangka waktu cicilan yang bisa mencapai 20 tahun hingga adanya pembangan prasarana umum. “Harga rumah FLPP ini bisa murah karena subsidi-subsidi tersebut. Kalau tidak, tipe 36 bisa mencapai hingga Rp 175 juta,” tandas Prijanto.

Selain itu, pengembang perumahan FLPP saat ini juga terus bertambah. Khusus REI Jateng dari total 175 pengembang, sekitar 80 diantaranya merupakan pengembang perumahan FLPP. “Belum lama ini juga ada 25 pengembang FLPP yang bergabung ke asosiasi kami,” bebernya.

Untuk lebih mengenalkan rumah subsidi ini pada masyarakat, pihaknya pun kembali menggelar pameran mulai 8 – 19 Juni mendatang. Pameran ini diikuti oleh pengembang dari Semarang, Purwodadi, Kudus, Demak, Ungaran dan Salatiga. (dna/smu)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar