Mobil Desa Unnes Terkendala Investor

SEMARANG - Pencetus Mobil Desa dari Universitas Negeri Semarang (Unnes), Widya Ariadi, mengaku saat ini masih terkendala investor, sehingga hasil karyanya tidak dapat diproduksi masal. Karenanya, ia meminta dukungan Pemkot Semarang untuk dijadikan sebagai mobil nasional.

”Dalam dunia otomotif, yang terpenting adalah platform,” ujar Widya kepada Jawa Pos Radar Semarang usai melakukan audiensi dengan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi di ruang VIP Kompleks Balai Kota Semarang, Senin (6/6).

Salah satu dosen Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unnes itu menjelaskan, riset pembuatan mobil berkapasitas 1.000 cc yang telah dilakukan sejak 2012 itu sebenarnya telah selesai. Tinggal bagaimana upaya pemerintah untuk menentukan langkah selanjutnya.

”Apakah berhenti sampai riset saja itu tergantung pemerintah. Kami hanya menyelesaikan tugas (penelitian) saja,” katanya seraya mengaku akan mengembangkan penelitiannya dengan mobil kapasitas 2.500 cc.  

Widya berharap Pemkot Semarang bersedia membantu dalam pengembangan riset lebih lanjut. Jika ternyata tidak dapat menggunakan dana dari APBD, maka dapat dialihkan melalui coporate social responsibility (CSR) riset dari beberapa perusahaan.

”Dalam hal ini kami juga sangat hati-hati. Jangan sampai nanti dibenturkan dengan proses pengadaan barang. Karena jika tidak memenuhi persyaratan, kena pidana,” terangnya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar