Lahan Menipis, Rumah Tapak Dibatasi

SEMARANG – Pembangunan rumah tapak di wilayah Kota Semarang dan empat kota besar lain di Indonesia kini mulai dibatasi. Sebagai penggantinya, rumah vertikal mulai dikembangkan. Hal ini guna mengantisipasi menipisnya lahan tanah di perkotaan.

Ketua Bidang Lingkungan DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah, Nur Widi Widjatmiko mengatakan, pemerintah telah membatasi pembangunan rumah tapak di lima kota di Indonesia. Yaitu Jakarta, Surabaya, Semarang, Medan , dan Makasar.

“Pembatasan ini terkait dengan menipisnya lahan di kota tersebut. Karena bila terlalu penuh dikhawatirkan akan kekurangan lahan untuk resapan air,” terangnya, kemarin.

Oleh karena itu, hunian vertikal mulai dikembangkan di lima kota tersebut, termasuk halnya Semarang. Baik yang dibangun oleh pemerintah sebagai rumah susun sewa, maupun yang dibangun swasta untuk rumah susun milik maupun apartemen.

“Di area Semarang sudah ada beberapa yang mulai dibangun. Baik di pusat kota maupun area-area yang dekat dengan pusat industri. Karena tenaga kerja di kawasan industri ini pasti membutuhkan tempat tinggal,” ujarnya.

Namun demikian, lanjutnya, untuk warga Kota Semarang dan sekitarnya, keberadaan rumah tapak tampaknya masih tetap menjadi pilihan utama. Oleh karena itu, pihaknya masih tetap membangun rumah-rumah subsidi di beberapa kota penyangga.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar