Rumah Subsidi Gunakan Teknik Cetak

SEMARANG – Pengembang rumah subsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)  di area Semarang dan sekitarnya mulai mengaplikasikan rumah cetak. Pengaplikasian ini guna memangkas biaya pembangunan rumah.

Salah satu pengembang rumah subsidi yang tergabung dalam DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng, Muhammad Fahrur mengatakan, sejak setahun terakhir pihaknya sudah mulai membangun rumah cetak untuk rumah subsidi.

Menurutnya, pembangunan rumah cetak ini dinilai lebih hemat dibanding dengan rumah konvensional. Baik dari segi waktu maupun dari segi biaya. “Kami punya empat cetakan, jadi seminggu sudah bisa dapat 4 rumah. Sedangkan untuk rumah konvensional, untuk 4 rumah setidaknya butuh waktu selama sebulan,” jelasnya.

Dengan menggunakan rumah cetak ini, pihaknya dapat menghemat biaya tenaga kerja di sektor bangunan, hingga sekitar Rp 3 juta karena bata tidak perlu dipasang satu per satu. Selisih biaya tersebut, lanjutnya, yang kami gunakan untuk menutup harga tanah yang terus meningkat, khususnya di area Semarang.

Namun demikian, meski telah menggunakan motode rumah cetak untuk membangun rumah subsidi, ia tidak yakin tahun depan masih dapat membangun rumah FLPP ini, mengingat harga tanah yang terus menanjak.

“Karena begitu kita bangun perumahan di suatu area, maka harga tanah di sekitarnya langsung menanjak naik. Misal dari yang semula hanya Rp 200 ribu, begitu dibangun perumahan, tak lama langsung naik jadi Rp 300 ribu dan menanjak terus,” ujarnya.

Padahal, lanjutnya, permintaan akan rumah subsidi di kawasan ini terbilang masih tinggi. Oleh karena itu pihaknya berharap ada kebijakan dari pemerintah terkait masalah tanah dan juga perjinan dalam membangun rumah subsidi. (dna/smu)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar