Demak Daerah Endemis Kaki Gajah

41 Orang Penderita Tersebar di 12 Kecamatan

772
PENANGANAN: Menteri Kesehatan dr Nila Farid Moeloek memberikan obat anti kaki gajah kepada Gubernur Ganjar Pranowo di Desa Jatisono, Kecamatan Gajah, kemarin (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
PENANGANAN: Menteri Kesehatan dr Nila Farid Moeloek memberikan obat anti kaki gajah kepada Gubernur Ganjar Pranowo di Desa Jatisono, Kecamatan Gajah, kemarin (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

DEMAK – Kabupaten Demak menjadi salah satu daerah endemis penyakit kaki gajah. Karena itu, harus melakukan pemberian obat sebagai upaya pencegahan massal (POPM). Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Demak mencatat, setidaknya terdapat 41 orang warga menderita penyakit filariasis yang ditularkan berbagai macam nyamuk tersebut.

Para penderita tersebar di 12 kecamatan. Paling banyak ada di Kecamatan Bonang dengan 10 orang. Kemudian, Kecamatan Karangtengah 6 orang, Kecamatan Sayung 6 orang, Kecamatan Dempet 4 orang, Kecamatan Karanganyar 3 orang, Kecamatan Mranggen 2 orang, Kecamatan Karangawen 2 orang, Kecamatan Kebonagung 2 orang, Kecamatan Wedung 2 orang, Kecamatan Guntur 1 orang, Kecamatan  Demak 1 orang dan Kecamatan Mijen 1 orang.

Demikian disampaikan Kepala Dinkes  Guvrin Heru Putranto disela pencanangan gerakan bulan eliminasi penyakit kaki gajah (Belkaga) Nasional yang dihadiri langsung Menteri Kesehatan RI, dr Nila Farid Moeloek, Gubernur Ganjar Pranowo dan Bupati Demak HM Natsir di Desa Jatisono, Kecamatan Gajah, kemarin.

Menurutnya, pemerintah telah menetapkan eliminasi filariasis sebagai prioritas Nasional dalam pengendalian penyakit menular. Dua strategi yang dilakukan adalah memutus mata rantai penularan dengan program POPM serta membatasi kecacatan. “Bulan Oktober merupakan bulan eliminasi dimana warga disekitar penderita kaki gajah serentak minum obat untuk pencegahan. Di Demak upaya ini sudah dilakukan sejak 2016 dengan capain 90,3 persen dari sasaran. Penyemprotan nyamuk juga terus dilakukan,“ katanya.

Untuk 2017 ini, sasaran pencegahan penyakit tercatat ada 1.074.640 penduduk. Terdiri dari  69.048 anak (usia 2-5 tahun). Lalu, 184.309 orang (usia 6-14 tahun) dan 821.283 orang (usia 15-70 tahun). Menurut Guvrin, pelaksanaan pencegahan dilaksanakan di 1.394 pos minum obat yang tersebar di 249 desa dan kelurahan dengan melibatkan 60 orang  tenaga medis, 817 perawat atau  bidan, dan 283 tenaga kesehatan lainnya dibantu 6.671 kader.

Menteri Kesehatan dr Nila Farid Moeloek mengatakan, Demak dijadikan tempat pencanangan Belkaga karena kabupaten ini menjadi salah satu dari 236 daerah endemis filariasis. “Tahun ini, dari 150 Kabupaten/Kota yang melakukan POPM, 4 daerah lain di Jawa Tengah yang baru memulai adalah Kota Semarang, Kabupaten Brebes, Wonosobo dan Grobogan,” katanya.